Lisan Pertama Ananda: Menjaga Fitrah di Tengah Badai Digital


Dunia hari ini tidak memberi kita banyak pilihan selain hidup berdampingan dengan teknologi. Namun, sebuah fakta dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 cukup mengejutkan: sekitar 37% anak usia 1-4 tahun di Indonesia sudah terpapar gawai, dan angka ini melonjak hingga 58% saat mereka memasuki usia 5-6 tahun.

Sebagai orang tua, kita sering cemas jika anak "gagap teknologi". Namun, pernahkah kita lebih cemas jika lisan kecil mereka lebih akrab dengan suara dari layar gawai daripada kalimat-kalimat suci dari Rabb-nya?

E-book terbaru dari Ahmad Tusi yang berjudul "Lisan Pertama Ananda", lahir dari sebuah kegelisahan sekaligus perenungan mendalam tentang pola asuh anak di era digital. Buku ini bukan sekadar panduan teknis, melainkan sebuah ajakan untuk kembali ke "khitah" pendidikan lisan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Apa yang Menarik dari E-book Ini?

Buku saku ini menawarkan pendekatan praktis yang penukis sebut sebagai "Kurikulum Lisan Qurani". Terinspirasi dari riwayat Ibnu Abi Syaibah, di mana Rasulullah mengajarkan anak-anak keturunan Abdul Muthalib penggalan Surah Al-Isra' ayat 111 segera setelah mereka fasih berbicara.


Dalam buku ini, penulis membaginya menjadi tiga fase yang mudah diikuti:

  1. Fase Instalasi Tauhid: Cara mencicil ayat-ayat pengagungan Allah melalui kisah lebah, kucing, dan gunung yang imajinatif.
  2. Fase Refleks Thayyibah: Membangun kebiasaan "Bismillah" dan "Alhamdulillah" melalui aktivitas "Tos Syukur".
  3. Fase Filter Kebenaran: Melatih anak memiliki "Kamera Malaikat" agar mampu menyaring konten digital secara mandiri.

Mengapa Anda Harus Membacanya?

Buku ini dirancang sangat praktis untuk:

  • Orang Tua dengan Balita: Agar memiliki panduan apa yang harus diucapkan pertama kali kepada anak.
  • Guru TK/KOBER: Sebagai referensi metode pengajaran akidah yang menyenangkan dan tidak menggurui.

Pendidikan anak adalah investasi abadi. Mari kita pastikan lisan mereka adalah kunci-kunci kebaikan bagi kita di akhirat kelak.

Kabar baiknya, E-book ini bagikan secara GRATIS oleh penulisnya sebagai hadiah untuk para pejuang keluarga.

Silakan unduh melalui tautan berikut: [Link Pemesan Buku]


You may like these posts:

No comments:

Post a Comment